PLTA Kayan, KIPI Kaltara dan Program Prioritas Lain di Kalimantan Utara

Pembangunan PLTA Kayan ditujukan untuk pengembangan kawasan industri di Tanah Kuning.

Pemerintah telah mencanangkan sejumlah program strategis soal pembangunan insfratruktur di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Salah satu yang santer diberitakan belakangan ini adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan, Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengatakan, selain tiga program diatas, ada beberapa program lain yang ditujukan untuk menyokong pembangunan di Kaltara.

“Dalam hal ini, Kementerian PPN/Bappenas memprioritaskan pada penyelesaian konektivitas Trans Kalimantan. Dimana, tujuannya adalah membuka isolasi dan mendorong pertumbuhan kawasan perbatasan,” terang irianto pada Agustus silam seperti dikutip dari Tribunnews.com.

PLTA Kayan dan program prioritas lainnya di Kalimantan

Desain bendungan PLTA Kayan (Korankaltara.co)

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, pemerintah akan melakukan sejumlah pembangunan insfratruktur prioritas dalam lima tahun kedepan. Seperti rencana pembangunan lintas tengah dan paralel perbatasan Kalimantan.

Selain itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) juga telah mencatumkan pembangunan pelabuhan hub Kijing yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat.

Program ini merupakan bagian dari 7 pelabuhan hub integrated port network. Ada pula catatan tentang program pembangunan bandara udara Baru di Singkawang guna menopang sektor pariwisata di Kalimantan.

Selain itu, pembangunan bandara udara (Bandara) merupakan bagian dari rencana pembangunan 25 Bandara baru yang akan dicanangkan pada 2020-2024.

“Juga ada tol Balikpapan-Samarinda-Bontang. Pembangunannya untuk mendukung kawasan industri di wilayah sekitar, termasuk Kaltara sekaligus konektivitas antar kota,” ungkap Irianto Lambrie

Irianto menambahkan, program lainnya yakni pembangunan Kereta Api Regional Kalimantan guna menyokong keberadaan ibu kota baru di sebagian daerah Penajem Paser dan Kutai Kartanegara serta untuk angkutan barang.

Sejumlah program prioritas pembangun tersebut akan diintegrasikan dengan rencana pembangunan PLTA Kayan, industri dan pariwisata di Kalimantan.

“Hanya saja, ada beberapa tantangan yang telah diinventarisir oleh Bappenas. Salah satunya, kepastian status lahan dan tata ruang. Utamanya, terkait penyesuaian RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan RTDR (Rencana Detail Tata Ruang),” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *