Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu pulau indah di Indonesia bahkan menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan baik asing maupun dalam negeri. Beberapa tahun ini Bangka Belitung mulai membuka diri dan bisa dibilang pro investasi khususnya sektor pariwisata untuk menjadikan Bangka Belitung sebagai Bali Baru atau Bali kedua di Indonesia.

Keindahan alam di Bangka Belitung memang tidak bisa diragukan lagi, khususnya pantai, oleh karena itu potensi besar ini harus bisa segera diolah dengan manajemen dan dukungan kebijakan pusat maupun daerah baik dari pembiayaan maupun skema pengembangan destinasi unggulan wisata.

Pemerintah daerah memang sedang terus mengupayakan potensi pengembangan kawasan Bangka Belitung, salah satu cara yang ditempuh adalah pengajuan Kawasan Ekonomi Khususu (KEK)di Bangka Belitung yaitu KEK Tanjung Gunung di Kabupaten Bangka Selatan dan KEK Pantai Timur Sungailiat di Kabupaten Bangka yang sampai saat ini hanya tinggal menunggu persetujuan pemerintah pusat.

Jika penetapan ini berhasil secara kebijakan, maka bisa dipastikan kediua kawasan KEK ini akan menjadi salah satu dari beberapa Kawasan Strategis Prioritas Nasional (KSPN) di Indonesia.

Dukungan lain juga diberikan oleh Gubernur Gubernur Pemprov Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan dan menganggap ini adalah langkah lebih maju untuk memajukan Bangka Belitung agar mampu bersaing dan bahkan menjadi Bali Kedua atau Bali Baru di Indonesia.

Kepulauan Bangka Belitung memang memiliki potensi besar di sektor pariwisata, hal ini seharusnya mampu menarik investor untuk menanamkan modalnya di Bangka. Beberapa sektor berkaitan langsung dengan pariwisata seperti hotel, resort, mal, dan restaurant sangat strategis dan memiliki nilai investasi mengutungkan kedepannya.

Pro Investasi di berbagai sektor terutama sektor inti daerah adalah langkah konkrit jika ingin memajukan daerah tersebut dan mengembangkan kearah yang lebih baik. Jika pemerintah daerah menutup diri dan tidak mau menjalin kerjasam dengan pemerintah pusat bahkan investor asing maupun lokal maka potensi daerah akan terbengkalai dan ujung-ujungnya masyarakat yang akan menerima imbas dari semua itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *