Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) telah berdiri kokoh di dalam komplesks Taman Bidaya Garuda Wisnu kencana yang berada di Bukit Ungasan, Jimbaran, Bali. Setelah menanti selama 28 tahun akhirnya Patung karya dari I Nyoman Nuarta selesai. Patung Garuda Wisnu Kencana menjadi salah satu patung terbesar di Dunia. Bahkan ukurannya mampu mengalahkan patung Liberty yang ada di New York, Amerika Serikat.

Yang manarik adalah pembangunan patung GWK juga bertujuan untuk menyambut pertemuan IMF-World Bank yang berlangsung di Bali. Kemegahan dari Patung Garuda Wisnu Kencana juga sangat dirasakan bagi pariwisata di Indonesia, khusunya untuk pariwisata Bali. Patung Garuda Wisnu Kencana sudah menjadi ikon wisata baru di Bali.

Berikut beberapa fakta menarik patung garuda Wisnu Kencana

GWK sebagai simbol misi penyelamatan lingkungan

Patung GWK berwujud Dewa Wisnu yang menurut pemeluk agama Hindu patung tersebut merupakan lambang dari kekuatan utama serta pemelihataan alam semesta. Kemudian, burung garuda yang berukuran besar tersebut melambangkan pengabdian tanpa pamrih. Pembangunan GWK didedikasikan sebagai simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia.

Patung tertinggi di dunia

Patung tinggi dari Patung GWK melebihi Patung Liberty yang ada di Amerika Serikat. Patung Liberty memiliki ketinggian sekitar 92 meter, jika ditambah dengan konstruksinya mencapai 96 meter. Sementara Patung GWK memiliki ketinggian hingga 121 meter dari pemukaan tanah. Selain lebih tinggi dari Patung Liberty, ikon wisata Bali ini juga memiliki luas areal hingga delapan kali lipatnya Patung Liberty.

Sedangkan patung tertinggi di dunia adalah Monumen Kulit Budha Musim Semi yang berada di Henan, China. Patung Budha yang terdapat di kawasan tersebut memiliki ketinggian mencapai 128 meter.

Butuh waktu 28 tahun untuk menyelesaikannya

Fakta Patung Garuda Wisnu Kencana selanjutnya adalah butuh waktu hingga 28 tahun untuk menyelesaikan Patung GWK. I Nyoman Nuarta mulai proyek patung ini sejak 1989 kemudian pda tahun 1993 Nyoman mendapat restu dari Presiden Soeharto untuk memulai pembangunannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *